Apa perbedaan bidan dan perawat dapat dilihat dari segi jenjang pendidikan dan kompetensi yang dimiliki – Apa perbedaan bidan dan perawat? Pertanyaan ini kerap muncul akibat adanya tumpang tindih pemahaman yang diketahui oleh masyarakat. Dalam dunia medis, terdapat banyak profesi yang berkaitan dengan kesehatan termasuk bidan dan perawat. Namun, bagi orang awam, kedua tenaga profesional sering kali dianggap memiliki peranan yang sama Padahal, baik bidan dan perawat memiliki keahlian maupun kompetensi dan tugas yang cukup berbeda. Nah, untuk membantu Moms memahami apa perbedaan dari keduanya, ketahui dulu apa sebenarnya profesi ini. Perawat merupakan petugas kesehatan baik laki-laki maupun perempuan yang membantu seorang dokter dalam memberikan sebuah tindakan atau perawatan kepada pasien. Sementara bidan, profesi medis ini merujuk pada perempuan yang secara khusus menangani pelayanan kesehatan ibu dan anak, baik selama masa kehamilan hingga persalinan. Baca juga tentang pendidikan, teknologi, keuangan, informasi, dan sebagainya di website Nawasiana. Untuk menjadi seorang bidan dan perawat, keduanya telah menempuh pendidikan. Baca Juga Apa Itu Asuhan Kebidanan? Ini Penjelasan Lengkap Dari Ahli Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini adalah apa perbedaan bidan dan perawat yang perlu diketahui. 1. Jenjang Pendidikan Artikel ini merupakan bagian dari Parapuan Parapuan adalah ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya. PROMOTED CONTENT Video Pilihan
1 Kelebihan. Melalui model komunikasi ini, ada beberapa macam keuntungan atau kelebihan yang bisa didapatkan. Keuntungan-keuntungan tersebut antara lain: Bagi penerima informasi, mereka bisa terpengaruh oleh apa yang disampaikan opinion leader. Opinion leader akan menggunakan keuntungan ini untuk menebarkan kebaikan-kebaikan sehingga nilai dan
– Kelebihan Dan Kekurangan Bidan Dan Perawat Jurusan KebidananPengertian Jurusan KebidananMata Kuliah Jurusan KebidananKelebihan dan Kekurangan Jurusan Kebidanan Kelebihan KekuranganAlasan Memilih Jurusan Kebidanan7 Prospek Kerja Jurusan KebidananProspek Kerja di Jurusan KebidananBuku Pegangan Jurusan Kebidanan6 Fakta Menarik Jurusan KebidananArtikel Tentang KebidananKelebihan Dan Kekurangan Bidan Dan Perawat Jurusan Kebidanan Masuk ke jurusan kesehatan ternyata tidak hanya bisa menjadi dokter dan perawat, melainkan bisa juga menjadi bidan. Yakni dengan menempuh jurusan pendidikan untuk kebidanan atau jurusan kebidanan. Berikut informasi detail terkait jurusan satu ini. Jurusan kebidanan sendiri merupakan sebuah program studi yang mempelajari mengenai keilmuan dan seni dalam hal persalinan. Selain itu dipelajari juga mengenai proses menolong persalinan, nifas, masa menyusui, masa interval dan pengaturan kesuburan, menopause, bayi baru lahir, dan fungsi organ reproduksi. Sehingga di program studi ini, kamu tidak hanya belajar bagaimana membantu para perempuan untuk menjalani proses persalinan. Melainkan juga proses selama fase kehamilan, menyusui, tumbuh kembang bayi, dan juga program keluarga berencana. Mengambil jurusan ini dijamin akan merasa senang, karena memang seru. Sebab tidak hanya belajar dari segi teori namun juga praktek langsung di lapangan. Sehingga dibekali ilmu untuk membantu setiap perempuan dalam menghadapi persalinan sampai proses menyusui. Sedangkan untuk mata kuliah, selama masa perkuliahan kamu akan mendapatkan beberapa mata kuliah berikut ini Anatomi Seorang bidan juga butuh ilmu mengenai bagian tubuh manusia dan fungsinya. Maka mendapatkan mata kuliah anatomi untuk mempelajari bagian-bagian tubuh tersebut. Fisiologi Bidan juga memerlukan ilmu pengetahuan terkait fungsi sel dan jaringan di dalam tubuh manusia. Sehingga mendapatkan mata kuliah fisiologi untuk memperoleh ilmu tersebut. Etika Umum Jika sudah lulus dan melayani sebagai bidan maka akan berinteraksi langsung dan intens dengan masyarakat. Sehingga selama perkuliahan mendapatkan mata kuliah etika umum, agar bisa memberikan pelayanan kesehatan yang profesional. Biokimia Mahasiswa di jurusan kebidanan juga akan mendapat mata kuliah biokimia. Mata kuliah ini akan mempelajari mengenai aspek kimia di dalam tubuh manusia. Seperti fungsi dari enzim, protein, dan sebagainya. Asuhan Kebidanan Mata kuliah asuhan kebidanan juga akan didapatkan calon bidan di jurusan kebidanan. Mata kuliah ini akan mempelajari mengenai hal-hal yang berhubungan dengan masa kehamilan, tumbuh kembang bayi, masa persalinan, dan mengenai manajemen kebidanan. Kelebihan Adapun kelebihan kuliah di jurusan kebidanan adalah Bisa lulus lebih cepat karena biasanya jurusan kebidanan adalah di jenjang D3, sehingga cukup kuliah selama 3 tahun. Prospek karir cerah karena setelah lulus bisa bekerja di rumah sakit, klinik, puskesmas, termasuk membuka praktek sendiri di jaringan yang luas, sebab selama masa kuliah akan memiliki banyak teman sejawat dan setelah lulus akan bertemu banyak orang dan menjadi sosok yang dikenal. Menjadi calon pemilik profesi yang mulia, yakni membantu para ibu menghadapi proses persalinan yang aman dan nyaman. Memiliki jiwa sosial yang tinggi karena dibekali ilmu untuk menolong sesama dengan sepenuh hati dan memang sudah menjadi tuntutan profesi. Lulusan kebidanan disebut sebagai lulusan yang “enteng jodoh” karena kebanyakan mendapatkan pasangan yang mapan terutama dari kalangan TNI, Polisi, dan juga pengusaha. Kekurangan Jurusan kebidanan juga memiliki beberapa kekurangan, seperti Biaya kuliah yang terbilang mahal, sebab lebih banyak melakukan praktek. Siap untuk begadang, baik selama kuliah maupun setelah lulus karena harus menunggu seorang perempuan yang akan menjalani persalinan dan waktunya tidak pasti. Sebab setelah pembukaan 1 maka untuk sampai pembukaan 10 kadang membutuhkan waktu beberapa hari. Jurusan kebidanan merupakan salah satu jurusan di jenjang perkuliahan yang tinggi peminat. Sebab jurusan satu ini dikenal mencetak lulusan dengan prospek kerja yang menjanjikan. Selain itu juga memiliki banyak kelebihan lain, sehingga menjadikannya sangat populer. Alasan Jurusan Kebidanan Tepat untuk Dipilih Bagi kamu yang tahun ini lulus dari SMA atau mungkin SMK dan sederajat, lalu mencari jurusan kuliah yang menarik. Maka bisa menimbang sejumlah alasan berikut kenapa jurusan kebidanan tepat untuk dipilih Berkesempatan Menjadi Tenaga Pendidik Alasan pertama yang membuat jurusan kebidanan menarik untuk diambil selama kuliah adalah prospek untuk menjadi tenaga pendidik. Yakni menjadi dosen, sehingga bisa mengajar di jurusan kebidanan pula. Namun wajib menyelesaikan pendidikan S2 kebidanan terlebih dahulu. Karirnya Jelas dan Menjanjikan Alasan berikutnya adalah berkaitan dengan masa depan yang cerah, sebab lulusan dari kebidanan memiliki karir jelas dan menjanjikan. Indonesia membutuhkan banyak sekali tenaga kesehatan dan salah satunya adalah hanya untuk ditempatkan di perkotaan namun juga di seluruh wilayah di Indonesia, terutama di daerah yang masih sangat terpencil. Selain itu berpeluang untuk bekerja di banyak instansi kesehatan seperti rumah sakit, klinik, dan puskesmas. Masa Perkuliahan Lebih Singkat Secara umum jurusan kebidanan adalah di jenjang Diploma 3 dan juga Diploma 4 yang masa kuliahnya lebih singkat. Meskipun begitu, kamu juga bisa mengambil jurusan S1 maupun S2 untuk menambah wawasan dan memperluas pilihan karir seperti di Universitas Brawijaya. Bisa Membuka Praktek Sendiri di Rumah Jurusan kebidanan juga dikenal menarik untuk dipilih saat mencari jurusan kuliah adalah karena bisa membuka praktek sendiri di rumah. Pilihan ini tepat untuk kamu ambil jika lebih suka bekerja secara mandiri dan tidak suka diperintah oleh pimpinan dan terikat oleh manajemen sebuah bisa membuka praktek memang perlu mengurus sejumlah perizinan. Namun setelahnya bisa melayani lebih banyak orang di sekitar tempat praktek tersebut. Memiliki Jaringan yang Luas Berikutnya adalah, karena di jurusan kebidanan kamu bisa memiliki jaringan yang luas. Jaringan ini sudah terbentuk sejak masa perkuliahan dimana memiliki banyak teman sejawat yang sangat masa kuliah juga sering menjalani praktek di puskesmas dan rumah sakit. Sehingga berkenalan dengan bidan yang lebih senior, para dokter, dan pimpinan di instansi kesehatan lulus pun nantinya akan berinteraksi dengan banyak orang, baik itu pasien maupun keluarga pasien. Sosok bidan juga sangat dikenal luas di masyarakat, sehingga berdampak baik pada luasnya jaringan sosial yang dimiliki. Memiliki Pekerjaan yang Mulia Masuk ke jurusan kebidanan juga membuka kesempatan kepada siapa saja untuk memiliki pekerjaan atau profesi yang mulia. Sebab tugas pokok dari seorang bidan adalah membantu persalinan, yang memiliki resiko kematian sangat terhadap ibu yang menjalani persalinan maupun kepada bayi yang akan dilahirkan. Profesi bidan secara praktis akan menyelamatkan dua nyawa sekaligus saat bertugas. Ada banyak sekali persalinan yang perlu dibantu setiap harinya, sehingga menjadi penyambung hidup bagi banyak orang. Menjadi Pengusaha Selain bisa menjadi bidan maupun dosen, lulusan dari jurusan kebidanan juga punya kesempatan menjadi pengusaha. Yakni dengan mendirikan usaha di bidang kesehatan. Sehingga ilmu yang dimiliki bisa membantu menjalankan bisnis kesehatan dengan baik. Masuk ke jurusan kebidanan membuka kesempatan untuk memiliki profesi yang mulia dan pekerjaan yang jelas sekaligus terjamin. Ketika mempertimbangkan masa depan saat memilih jurusan kuliah, maka jurusan kebidanan tentu akan menjawab kebutuhan tersebut. Jurusan kebidanan merupakan program studi yang fokus mempelajari bagaimana membantu proses persalinan dan mendampingi ibu pasca persalinan tersebut. Jurusan ini juga dikenal tinggi peminat, sehingga menjadi jurusan favorit di banyak universitas. Alasan utama kenapa jurusan ini banyak diminati adalah karena prospek kerjanya yang dikenal luas dan menjanjikan. Lalu, apa saja prospek kerja yang bisa ditekuni oleh lulusannya? Prospek Kerja di Jurusan Kebidanan Jurusan kebidanan akan memberi prospek kerja yang luas, beberapa pilihannya adalah sebagai berikut Menjalani Profesi Bidan Prospek pertama tentu saja menjadi bidan setelah lulus dari jurusan kebidanan, baik di jenjang D3, D4, S1, maupun jenjang di atasnya. Tenaga kesehatan seperti bidan memang sangat membutuhkan banyak sekali lulusan dari jurusan kebidanan ini untuk membantu persalinan di banyak wilayah dan daerah. Sehingga setelah lulus bahkan jauh sebelum lulus, kamu sudah memiliki tempat kerja yang banyak instansi kesehatan yang bisa dituju untuk menjadi tenaga bidan di dalamnya. Mulai dari rumah sakit umum pemerintah, rumah sakit swasta, klinik kesehatan milik pribadi, klinik persalinan, sampai puskesmas. Membuka Praktek Sendiri Setelah lulus kamu juga punya kesempatan untuk membuka praktek sendiri di rumah maupun mendirikan klinik sendiri. Baik itu klinik kesehatan maupun klinik yang memberi pelayanan kesehatan secara spesifik. Misalnya klinik persalinan, klinik penyakit jantung, dan sebelum bisa membuka praktek dan klinik sendiri kamu perlu mengurus sertifikasi dan surat-surat terkait perizinan usaha. Setelah semua surat lengkap maka kamu bisa membuka praktek. Hindari praktek secara ilegal, karena meskipun menjadi lulusan kebidanan. Tanpa adanya surat-surat dan sertifikasi, kamu tidak bisa membuka praktek. Dinas Kesehatan Prospek karir juga bisa ditemukan di dinas kesehatan yang termasuk salah satu instansi pemerintah. Kamu bisa berkarir di instansi ini karena selama masa perkuliahan mendapatkan ilmu terkait inilah yang membuat banyak instansi pemerintah yang berhubungan dengan kesehatan memerlukan tenaga bidan. Sehingga kamu yang ingin punya gaji jelas dan menarik, bisa mencoba melamar di dinas kesehatan pemerintah. Instansi BPJS Selain bisa berkarir di dinas kesehatan, lulusan dari kebidanan juga bisa berkarir di BPJS Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan. Meskipun BPJS tidak membutuhkan bidan secara langsung. Namun ilmu dan keahlian selama kuliah dibutuhkan di instansi ini, sehingga kamu bisa mencoba berkarir di BPJS. Pelatih Senam Persalinan Lulusan kebidanan juga bisa membuka usaha sendiri, salah satunya mendirikan tempat atau studio untuk senam persalinan. Kamu bisa menjadi pelatih disini atau sekedar menjadi studi senam persalinan atau senam kehamilan sangat cerah. Sebab semakin kesini semakin banyak masyarakat yang sadar untuk mempersiapkan persalinan yang sehat sejak dini. Instruktur Meditasi Persalinan Pilihan berikutnya adalah mendirikan usaha meditasi persalinan, yang akan membantu para ibu hamil mempersiapkan mental menghadapi persalinan. Usaha satu ini juga memiliki prospek yang persalinan di mata masyarakat adalah proses yang punya resiko tinggi. Selain pola hidup sehat penting pula untuk menjaga kesehatan mental. Menjalani meditasi persalinan kerap dijadikan pilihan untuk menghadapi persalinan dengan lebih siap, nyaman, dan tenang. Dosen Kebidanan Kuliah di jurusan kebidanan juga membantu kamu untuk menjadi dosen di jurusan itu sendiri. Jika tertarik menjadi dosen maka wajib menempuh pendidikan di jenjang S2, sehingga bisa menekuni profesi sebagai dosen. Diantara sekian banyak pilihan profesi di atas, mana yang kamu anggap paling cocok untuk diambil? Sebagai mahasiswa jurusan kebidanan, semua profesi di atas bisa kamu pilih dan bisa ditentukan dari sekarang. Buku Pegangan Jurusan Kebidanan Selama ini lulusan dari jurusan kebidanan hanya diketahui mengurus proses persalinan seorang perempuan. Namun ternyata selama masa perkuliahan ada banyak sekali ilmu dan wawasan yang dipelajari seorang calon bidan. Sehingga untuk kamu yang berencana masuk ke jurusan kebidanan, wajib tahu dulu mengenai fakta di jurusan ini. Sehingga bisa tahu apakah jurusan kebidanan cocok untuk diambil sekaligus mempersiapkan mental, karena di jurusan ini dikenal punya mata kuliah yang seru sekaligus menantang. Fakta Terkait Jurusan Kebidanan Berikut adalah sejumlah fakta menarik yang wajib diketahui oleh calon mahasiswa di jurusan kebidanan Best Seller Buku Deepublish Juli Tidak Hanya Mengetahui Masalah Persalinan Masyarakat awam sering menilai bahwa kuliah di jurusan kebidanan hanya akan mempelajari tentang persalinan saja. Aktualnya tidaklah demikian, seorang calon bidan di jurusan ini juga belajar mengenai ilmu kesehatan secara yang diketahui, saat bidan melayani wanita yang sedang hamil tentunya akan melakukan pengecekan tekanan darah, melakukan pemeriksaan fisik, pernafasan, dan lain itu juga harus bisa membantu wanita hamil untuk tenang dan memberikan pemahaman terkait cara menjaga kesehatan janin, pola makan, pola tidur, dan sebagainya. Sehingga selama kuliah, mahasiswa di jurusan ini juga dibekali ilmu tentang kesehatan. Berkesempatan Masuk Ruang Operasi Sebagai mahasiswa di jurusan kebidanan, ternyata tidak hanya dibekali ilmu teori dalam mendampingi ibu di masa persalinan saja. Namun juga praktek secara langsung meskipun di masa pembelajaran hanya melihat atau mengamati bidan senior menjalankan lagi, kamu juga akan masuk ke ruang operasi sebab tidak semua wanita hamil bisa melahirkan normal. Pada kondisi tertentu, misalnya posisi bayi sungsang maka dilakukan tindakan operasi caesar atau c-section. Ujian Praktek yang Menantang Selama masa perkuliahan memang akan sering praktek melihat langsung proses pendampingan ibu yang melahirkan. Namun ketika mendekati masa akhir perkuliahan, terdapat ujian praktek secara langsung yang tentu seru sekaligus ada praktek atau sesi dimana ujian mendampingi ibu yang dalam masa kehamilan. Berlanjut ke masa persalinan, ketika masa pendampingan ini belum selesai maka wajib pindah ke tempat lain untuk melanjutkan ujian praktek. Memiliki Dua Tugas Akhir Jurusan kebidanan saat menjelang masa akhir perkuliahan memiliki dua jenis tugas akhir. Pertama praktek mendampingi langsung wanita hamil sejak masa kehamilan, persalinan, sampai masa nifas wajib menyusun karya tulis ilmiah yang memang nyaris sama dengan skripsi. Sehingga menjelang masa akhir perkuliahan, mahasiswa jurusan kebidanan harus disiplin agar cepat lulus. Mendapat Ilmu dari Dokter Senior Seperti penjelasan di poin-poin sebelumnya, seorang calon bidan di jurusan kebidanan akan praktek langsung di lapangan. Pada masa perkuliahan akan menjadi pengamat, sehingga bisa belajar dari bidan senior dan dokter yang melakukan operasi itu, di masa perkuliahan ada banyak mata kuliah yang diajarkan oleh para dokter spesialis. Sehingga masuk ke jurusan kebidanan memberi kesempatan belajar dari para dokter senior dan ahli. Berhadapan dengan Bayi dan Perkembangannya Tidak perlu diragukan lagi bahwa mahasiswa di jurusan kebidanan memang akan sering berhadapan dan bersinggungan langsung dengan bayi, terutama bayi baru lulus pun akan berhadapan dengan bayi dan juga wanita-wanita yang sedang hamil. Sehingga sebagai bidan wajib fokus belajar mengenai persalinan, perawatan bayi baru lahir, dan tumbuh kembangnya. Jurusan kebidanan memang menarik untuk dipilih, sebab memberi masa perkuliahan yang tidak terlupakan. Sebelum masuk ke jurusan ini bekali diri dulu dengan sejumlah fakta di atas, sehingga lebih siap lahir dan batin menjadi calon bidan. Agustus 24, 2020 Tidak ada komentar 10 Rekomendasi Buku Keperawatan Untuk Mahasiswa 10 Rekomendasi Buku Untuk Mahasiswa Keperawatan – Menjadi mahasiswa tentu harus banyak-banyak membaca agar pengetahuannya semakin luas, begitu juga dengan mahasiswa keperawatan dan kedokteran. Harus Juni 3, 2020 Tidak ada komentar Februari 19, 2020 Tidak ada komentar Kelebihan Dan Kekurangan Bidan Dan Perawat Sumber
Keduateknik ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan penerapan teknik STIR dan Dixon serta kelebihan dan kekurangannya dalam membantu pemeriksaan MRI Lumbal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan Studi Literatur. Mengumpulkan dan menganalisa jurnal
Menurut data Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan menunjukkan Indonesia saat ini masih menghadapi masalah persebaran sumber daya manusia kesehatan. Ketidak merataan ini terjadi pada wilayah Indonesia Timur dan di daerah terpencil, tertinggal, terluar 3T. Pemerintah telah berupaya untuk membuat program yang dimulai dari tahun 1980-an sampai era otonomi daerah saat ini. Namun, hingga kini maldistribusi SDM Kesehatan masih menjadi masalah di Indonesia. Didasari oleh persoalan diatas maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis program disribusi SDM Kesehatan yang ada di Indonesia. Metode yang penulis gunakan untuk menyusun manuskrip ini yaitu literature review atau kajian literatur yang dapat diakses dari sumber referensi dari jurnal, website, artikel ilmiah. Hasil penelitian ini yaitu pada program yang telah dilaksanakan di Indonesia terdapat kekurangan data, ketidaksesuaian pemenuhan hak yang berlaku terhadap nakes, selain itu terdapat faktor lain yang menyebabkan distribusi masih menjadi masalah bagi SDM Kesehatan. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free Analisis Kelebihan dan Kekurangan Program Distribusi SDM Kesehatan diIndonesia Kajian LiteraturRofiq Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia, Depok, 16424, IndonesiaABSTRAKMenurut data Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatanmenunjukkan Indonesia saat ini masih menghadapi masalah persebaran sumber daya manusiakesehatan. Ketidak merataan ini terjadi pada wilayah Indonesia Timur dan di daerah terpencil,tertinggal, terluar 3T. Pemerintah telah berupaya untuk membuat program yang dimulai daritahun 1980-an sampai era otonomi daerah saat ini. Namun, hingga kini maldistribusi SDMKesehatan masih menjadi masalah di Indonesia. Didasari oleh persoalan diatas maka penelitianini bertujuan untuk menganalisis program disribusi SDM Kesehatan yang ada di yang penulis gunakan untuk menyusun manuskrip ini yaitu literature review atau kajianliteratur yang dapat diakses dari sumber referensi dari jurnal, website, artikel ilmiah. Hasilpenelitian ini yaitu pada program yang telah dilaksanakan di Indonesia terdapat kekurangan data,ketidaksesuaian pemenuhan hak yang berlaku terhadap nakes, selain itu terdapat faktor lain yangmenyebabkan distribusi masih menjadi masalah bagi SDM kunci SDM kesehatan, disribusi, pemerintahAnalysis of the Strengths and Weaknesses of the Health HR DistributionProgram in Indonesia Literature ReviewABSTRACT According to data from the Center for Health Human Resources Development of the Ministry ofHealth, Indonesia is currently still facing problems with the distribution of health humanresources. This inequality occurs in Eastern Indonesia and in remote, underdeveloped,outermost 3T areas. The government has been trying to create a program that started from the1980s until the current era of regional autonomy. However, until now the maldistribution ofHealth Human Resources is still a problem in Indonesia. Based on the above problems, thisstudy aims to analyze the distribution program of health human resources in Indonesia. Themethod that the author uses to compile this manuscript is a literature review or literature reviewthat can be accessed from reference sources from journals, websites, scientific articles. Theresults of this study are that in programs that have been implemented in Indonesia, there is alack of data, discrepancies in the fulfillment of rights that apply to health workers, besides thatthere are other factors that cause distribution to be a problem for Health health human resources, distribution, govermentPENDAHULUANSistem kesehatan memilikikomponen input agar dapat bekerja secaramaksimal. Komponen input yang palingpenting dan sangat berdampak bagi kinerjakesehataan adalah tenaga kerja atau sumberdaya manusia kesehatan Rigoli, F 2003.Sumber daya manusia kesehatan merupakantenaga kesehatan dan tenagapendukung/penunjang kesehatan yangterlibat dana bekerja serta mengabdikandirinya dalam upaya dan manajemenkesehatan Perpres No 72 2012.Data Pusat Pengembangan SDMKesehatan menunjukkan jumlah Puskesmasyang tidak memiliki dokter sebesar 6,3%.Jika dilihat dari kelengkapan 9 tenagakesehatan yang harus ada di Puskesmasdokter, dokter gigi, perawat, bidan, farmasi,kesehatan masyarakat, kesehatanlingkungan, gizi, dan ATLM hasilnyamenunjukkan data yang miris karena hanyasebesar 36,5% Puskesmas yang memiliki 9tenaga kesehatan. Kondisi tersebut tidakjauh berbeda dari ketersediaan SDMKesehatan di RSUD, khususnya 4 dokterspesialis dasar yang harus ada di data hanya 69,8% RSUD yangmemiliki 4 dokter spesialis dasar PPSDMKemenkes. Kekurangan SDM Kesehatan diPuskesmas maupun di RSUD paling banyakterjadi di Wilayah Indonesia Timur, yakniPapua, Sulawesi, NTT, dan MalukuPPSDM Kemenkes. Kondisi ini jugamenunjukkan terdapat kekurangan SDMKesehatan dan ketidak merataanpenyebarannya. Hal tersebut sesuai denganlaporan WHO tahun 2006 yangmenyebutkan Indonesia termasuk dalam 57negara yang menghadapi krisis SDMKesehatan secara jumlah maupundistribusinya. Pemerataan Sumber Daya ManusiaSDM kesehatan merupakan prioritaspermasalahan dalam pembangunankesehatan di Indonesia. Jumlah, kualitas,dan persebaranya menjadi unsur utamauntuk menciptakan kualitas kesehatan yangbermutu, merata, dan bermanfaat agarteselenggaranya kesehatan masyarakat yangoptimal. Indonesia merupakan negarakepulauan yang terdiri dari pulau-pulaubesar dan kecil. Permasalahan pemerataanSDM Kesehatan ini sperti yang telahdisebutkan muncul di pulau-pulau terpencil,terluar, dan daerah perbatasan, yangberakibat pada ketidak optimalan pelayanankesehatan yang diterima masyarakat padadaerah tersebut Hidayanti, H 2018.Untuk mengatasi hal ini, pada tahun 1980-anDepartemen Kesehatan melakukanpendekatan dengan menggunakan standarminimum untuk kebutuhan staf, misalnyasatu dokter untuk setiap puskesmas Nurul,B 2020. Namun, hal ini dianggap tidakpraktis karena tidak mencerminkankebutuhan yang sebenarnya. Kemudian padasaat diberlakukannya otonomi daerah pada 1januari 2001, permasalahan distribusi SDMKesehatan juga menjadi tanggung jawabpemerintah daerah. Pada era desentralisasiini terdapat beberapa program yangdilakukan diantaranya, yaitu NusantaraSehat, penugasan khusus, dan pegawai tidaktetap PTT Fadhillah, N 2020.Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis kelebihan dan kekuranganprogram yang telah dilakukan maupunsedang dilakukan oleh pemerintah daerahdalam mengatasi masalah distribusi yangsudah terjadi sejak Indonesia penelitian yang digunakanoleh penulis adalah menggunakan literaturereview atau kajian literatur. Kajian literaturmerupakan sebuah kumpulan penjelasan dariberbagai ilmu pengetahuan yang akandigunakan sebagai pedoman panduan dan informasi yang akan dilakukan dalampenelitian yang akan berkaitan dengandeskripsi dari topik tertentu. Kajian literaturini sangatlah penting dan digunakan dalammelakukan penulisan yang dilakukan denganmenyatakan berbagai macam kata dariberbagai literatur yang didapat. Penelitianini juga menggunakan analisis deskriptif,yaitu sebuah statistik yang akan digunakanuntuk menganalisis data yang sudah adadengan cara mendeskripsikan data tersebutyang telah dikumpulkan dan akan dibuatkesimpulan untuk umum. Untuk data yangdigunakan dalam penelitian inimenggunakan data sekunder. Data sekundermerupakan sebuah data yang tidak diambilsecara langsung, melainkan dapat dilihatdari penelitian yang sudah dilakukan ataudengan menggunakan literatur, seperticontohnya mengambil sumber referensi darijurnal, website, artikel ilmiah, dan sumberinformasi yang lainnya dalam melakukanpenelitian tersebut. Dapat juga dicari melaluiGoogle Scholar, Google Search Engine, dansumber informasi lainnya yang telah ada diberbagai portal dengan menggunakan katakunci yang berkaitan dengan topik yangdigunakan yaitu SDM kesehatan,pemerintah, pemerataan., baik denganmenggunakan bahasa inggris maupunbahasa SehatProgram Nusantara Sehat merupakansalah satu bentuk kegiatan yangdicanangkan oleh Kementrian Kesehatandalam upaya mewujudkan fokus kebijakanpembangungan Kesehatan. Fokus kebijakanKementerian Kesehatan RI Kemenkespada era desentralisasi adalah penguatanPelayanan Kesehatan Yankes yankes primer mencakup tiga hal,yaitu pembenahan infrastruktur, fasilitaskesehatan, dan Sumber Daya ManusiaSDM kesehatan. Program ini dirancanguntuk mendukung pelaksanaan programJaminan Kesehatan Nasional JKN danKartu Indonesia Sehat KIS yangdiutamakan oleh Pemerintah gunamenciptakan masyarakat sehat yang mandiridan berkeadilan Kemenkes 2015.Program Nusantara Sehat bertujuanmemperkuat pelayanan kesehatan primeruntuk mewujudkan Indonesia Sehat melaluipeningkatan jumlah, sebaran, komposisi,dan mutu tenaga kesehatan. ProgramNusantara Sehat melibatkan sejumlah tenagakesehatan seperti dokter, bidan, perawat,tenaga kefarmasian, tenaga kesehatanlingkungan, analis kesehatan, dan tenagakesehatan masyarakat yang berusia di bawah 30 tahun di dalam satu tim kerja. TimNusantara Sehat akan diberi gaji/insentifsebesar 4-8 juta perbulan, seperti yangditetapkan oleh Menkes atas persetujuanMenteri Keuangan. Peserta harus bersediaditempatkan di Fasilitas PelayananKesehatan di Daerah Tertinggal, Perbatasandan Kepulauan DTPK serta DaerahBermasalah Kesehatan DBK di seluruhwilayah Indonesia selama 2 dua tahunKemenkes 2015.Pengiriman tenaga kesehatan secaratim dinilai lebih bisa menciptakan pelayananKesehatan yang lebih optimal karenamenggunakan pendekatan yang terintegrasibukan sekedar kuratif seperti yang selamaini telah dilakukan, namun jugamengedepankan aspek preventif danpromotif yang diperlukan untukmengamankan kesehatan masyarakat dandaerah yang paling membutuhkan. Penilaiantersebut sesuai dengan uji coba penempatantenaga kesehatan berbasis tim pada tahun2014 di 4 Puskesmas pada 4 kabupaten di 4Propinsi Prov. Sumatra Utara, KalimantanBarat, Maluku dan Papua dan berhasilmeningkatkan kunjungan Puskesmas sertaUpaya Kesehatan Masyarakat Kemkes2014.Tim pertama Nusantara Sehat mulaibertugas pada tanggal 29 April 2015 hinggaApril 2017. Proses perekrutan dilakukansecara online dan direct assessment denganmenyeleksi calon berdasarkan resume, testertulis, wawancara tatap muka, tespsikologi, serta Focus Group DiscussionFGD untuk menilai individu dalamdinamika kelompok. Peserta yang telah lulusseleksi akan diberi pelatihan danpembekalan oleh Pusdiklat AparaturKemenkes, bekerja sama dengan Armabar,Fakultas Kedokteran UI dan RSCM, sertaPuskesmas. Pada 2015, Program NusantaraSehat ditempatkan di Puskesmas kecamatanyang berbatasan langsung dengan negaratetangga baik darat dan laut di 48 kabupaten/kota pada 15 Provinsi yaitu Aceh, SumateraUtara, Riau, Kepulauan Riaui, Bengkulu,NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur,Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan,Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Maluku,Papua, dan Papua Barat Bppsdmk 2015.Penugasan Khusus Tenaga KesehatanPenugasan Khusus TenagaKesehatan merupakan program pendukungProgram Nusantara Sehat melaluipendayagunaan secara khusus tenagakesehatan dalam kurun waktu tertentu gunameningkatkan akses dan mutu pelayanankesehatan pada Puskesmas Daerah Tertinggal, Perbatasan dan KepulauanDTPK. Program ini dilaksanakan sesuaidengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun2014 tentang Tenaga Kesehatan Pasal 27ayat 2, yang menyatakan PenugasanKhusus Tenaga Kesehatan dalamMendukung Program Nusantara Sehatdilaksanakan untuk mendukung fungsipuskesmas dalam hal penyelenggaraanupaya Kesehatan masyarakat tingkatpertama dan upaya Kesehatan perseorangantingkat pertama Permenkes No 16 2017.Penugasan Khusus bertujuanmemenuhi jumlah dan jenis tenagaKesehatan di puskesmas DTPK danmewujudkan penguatan dan pmenuhankebutuhan pelayanan di pusekasmas. Dalampelaksanaanya, peserta Penugasan Khususdilakukan dalam 2 dua basis, berbasis timdan individual. Petugas Khusus berbasis timpaling sedikit terdiri dari atas 5 lima jenistenaga Kesehatan, dipilih dari dokter, doktergigi, perawat, bidan, ahli teknologilaboratorium medik, terapis gigi dan mulut,tenaga gizi, tenaga kesehatan lingkungan,kefarmasian, dan kesehatan Petugas Khusus Individualdilakukan secara perorangan yang terdiridari kesepuluh tenaga kesehatan yang telahdisebutkan atau menteri dapat menetapkanjenis tenaga kesehatan lain atas usulanpemerintah daerah, denganmempertimbangkan kebutuhan wilayahPPSDMK 2019.Penempatan Dokter, Dokter Gigi, danBidan menjadi Pegawai Tidak TetapPTTKebijakan penempatan Dokter,Dokter Gigi, dan Bidan Pegawai TidakTetap PTT merupakan salah satu upayaKementrian Kesehatan di lingkungan Pemdauntuk menyelesaikan permasalahandistribusi SDM Kesehatan yang tidakmerata. Kebijakan ini berdasarkan KeppresNo. 37 Tahun 1991 tentang PengangkatanDokter Sebagai Pegawai Tidak TetapSelama Masa Bakti dan Keppres No. 23Tahun 1994 tentang Pengangkatan BidanSebagai Pegawai Tidak Tetap. Melaluikedua peraturan tersebut penempatan tenagastrategis Dokter, Dokter gigi dan Bidan PTTtelah diatur mulai dari masa kerja, lamapenugasan, sampai dengan kriteriapenempatannya. Para dokter dan Bidan PTTdikirimkan untuk memperkuat pelayananprimer dan sekunder seperti puskesmas danrumah sakit. Penrekrutan PTT adalah secaraperson to person, tidak secara tim. Setelahditetapkannya Keputusan Presiden Nomor 25 Tahun 2018 menjadi kabar baik tenaga kesehatan PTT yang pada 2016lalu telah mengitui tes CPNS. Para pesertaberusia setinggi-tingginya 40 tahun dapatdiangkat menjadi calon pegawai negeri sipilCPNS di lingkungan pemerintah tersebut merupakan salah satu solusidalam menyelesaikan ketidakmerataandistribusi tenaga kesehatan khususnya didaerah terpencil DTPK dengan memberiapresiasi kepada peserta PTT yang telahmengabdi selama bertahun-tahun menjadiNakes di daerah terpencil DTPKKemenkes 2018.Program Indikator Kebutuhan PegawaiPada tahun 1985 Biro PerencanaanDepkes mengembangkan metode ISNIndicator of Staff Needs. Metode ISNmenetapkan jumlah tenaga berdasarkan jeniskegiatan dan volume pelayanan pada suatuunit atau institusi. Formula ISN mencakupseluruh kategori tenaga kesehatan yang adadi berbagai sarana/institusi pelayanankesehatan dalam lingkungan Depkes danDaerah. Namun kedua metode tersebutbelum optimal Kepmenkes 2004. Disamping itu sejak tahun 1998, jugamulai diperkenalkan penghitungan tenagakesehatan dengan memperhitungkan bebankerja serupa dengan ISN yang disebut DSPDaftar Susunan Pegawai yangdiperkenalkan oleh Menpan. Awal tahun1999 Departemen Kesehatan cq. BiroKepegawaian mengembangkan DSP yangsesuai dengan kebutuhan sarana 1999 diterbitkan Keputusan MenteriKesehatan Republik Indonesia No. 976tahun 1999 tentang DSP Puskesmas , setelahitu DSP Rumah Sakit kelas D, kelas C, kelasB non pendidikan, disamping itudikembangkan DSP Kantor Dinas KesehatanKabupaten/Kota. Sampai saat ini metode initerus dikembangkan penerapannya terutamadi Daerah HP-V Jateng, Sulsel danKalteng.Dengan tidak dibakukannya metodepenghitungan tenaga ISN atau DSP jangkapendek kepada unit/pengelola programseperti yang diharapkan, maka perencanaankebutuhan tenaga kesehatan hanyamenggunakan asumsi-asumsi berdasarkankapasitas produksi maupun perhitungan lainyang kurang spesifik. Ditambah dengankurang mantapnya sistem informasiketenagaan baik di lingkungan Depkes,Pemda maupun Swasta, maka perencanaankebutuhan tenaga khususnya jangka pendekpraktis belum berkembang sesuai harapan. PEMBAHASANKelebihan dan Kekurangan ProgramDistribusi SDMK Masa SentralisasiDistribusi SDM pada masasentralisasi didasarkan pada programperencanaan ISN dan DSP. Pada masa initerjadi kesulitan akibat dari kurangnyainformasi tenaga kesehatan yang permasalahannya terletak padakesulitan mengembangkan databaseketenagaan yang terpadu, yang disepakatidan dipakai bersama oleh setiap unitpengelola ketenagaan di Depkes serta salingmendukung/terkait antara satu denganlainnya compatible. Hal yang lain, datayang ada saat ini masih berorientasi padatenaga Depkes pemerintah, belum sampaipada upaya mengidentifikasi SDMkesehatan untuk keperluan swasta danmasyarakat perkembangan selama ini adabeberapa hambatan, aantara lain1. Sulitnya memperoleh data akuratyang diperlukan untuk menghitungbeban kerja dari masing-masing jeniskategori tenaga pada formula ini disebabkan karenabervariasinya kegiatan-kegiatan yangdijalankan oleh masing-masing jeniskategori tenaga, disamping tidakadanya catatan yang terekam secarabaik atas hal-hal yang terkait denganprosedur dan beban Hasil kompilasi dan analisispenghitungan kebutuhan tenaga yangdiadakan sepanjang tahun, tidakditindak-lanjuti sehinggamenimbulkan kekecewaan danmenurunnya motivasi para perencanaketenagaan di lapangan misalnya,hasil penghitungan tenaga tidakterkait dengan pengadaan formasipegawai baru yang diadakan setiaptahunnya, atau dengan diketahuinyajumlah tenaga berlebihan di suatulokasi dan kekurangan di lain lokasiseharusnya ada tindaklanjutpemecahannya. Hal ini lamakelamaan menyebabkan pengisianform yang asal jadi dan menurunnyajumlah laporan yang masuk setiaptriwulannya kepada unit Kekurangan dukungan stafperencanaan ketenagaan yangberkualitas dan bekerja penuh waktubaik di pusat, propinsi, kabupaten,dan unit/fasilitas kesehatanBerdasarkan hal tersebut dibuatlahKeputusan Menteri Kesehatan RepublikIndonesia Nomor 81/Menkes/SK/I/2004tentang pedoman penyusunan perencanaan sumber daya manusia kesehatan di tingkatProvinsi, Kabupaten/Kota serta RumahSakit. Kepmenkes ini dibuat untukmengatasi masalah yang terjadi padaprogram perencanaan pada era dan Kekurangan ProgramDistribusi SDMK Masa DesentralisasiDokter dan Bidan PTT, NusantaraSehat, dan Penugasan Khusus merupakanupaya pemerintah untuk menyelesaikanpermasalahan ketidak merataan distribusitenaga kesehatan. Para tenaga Kesehatanyang mendaftar pada program-programtersebut mendapatkan gaji dan intensifsebesar 4-8 juta perbulan. Hal ini tercantumdalam Permenkes RI No 7 Tahun 2013Dokter dan Bidan PTT, Permenkes RI No33 Tahun 2018 Penugasan Khusus danNusantara SehatKementerian kesehatan jugamenjanjikan kuliah lanjutan atau di kenaltugas belajar TUGSUS bagi tenagakesehatan yang telah menyelesaikan masapengabdian Penugasan Khusus TenagaKesehatan secara Tim yang tertuang dalamPermenkes No 13 tahun 2018 tentangPenyelenggaraan Pemberian Beasiswa bagitenaga kesehatan Pasca Penugasan KhususTenaga Kesehatan. Untuk menunjang ketersediaantenaga Kesehatan, pemerintah juga harusmenjaga kualitas tenaga kesehatan denganmemberikan perlindungan dalampelaksanaan tugas dan kenaikan pangkatsebagai bentuk apresiasi kepada para tenagaKesehatan yang telah mengabdi di daerahterpencil. Hal ini ditinjau berdasarkan UUNo. 36 tahun 2014 tentang TenagaKesehatan pada pasal 27 ayat 2 yangmenyatakan tenaga Kesehatan yang bertugasdi daerah tertinggal perbatasan dankepulauan serta daerah bermasalahkesehatan memperoleh hak kenaikanpangkat istimewa dan pelindungan dalampelaksanaan tugas. Namun, dalamPermenkes RI No. 23 Tahun 2015 tentangPenugasan Khusus Tenaga KesehatanBerbasis Tim Team Based dalamMendukung Program Nusantara Sehat danPermenkes RI No. 33 Tahun 2018 tentangPenugasan Khusus Tenaga Kesehatan dalamMendukung Program Nusantara Sehat,bahwa para tenaga Kesehatan yang telahmenyelesaikan masa pengabdiannya tidakmendapatkan hak kenaikan pangkat,melainkan hanya memperoleh suratketerangan selesai masa penugasan danSurat Izin Praktik SIP yang diterbitkanoleh dinas kesehatan daerah kabupaten/ dengan mendapatkan hak kenaikan pangkat dapat menjadi bentuk apresiasikepada para tenaga Kesehatan yang telahmengabdi. Hal demikianlah, yang menjadipenyebab kurangnya minat para tenagakesehatan untuk terjun mengikuti programpemerintah, karena tidak ada jaminan hak yang didapat para tenagaKesehatan, untuk mewujudkan pelayananKesehatan yang optimal, persebaran lokasipembangunan fasilitas kesehatan juga harussesuai terget, yakni puskesmas-puskemasterpencil. Namun, berdasarkan penelitianyang dilakukan Usman 2009, dalam kurunwaktu 2000-2005, lokasi pembangunankesehatan baru kebanyakan ditempatkan didesa-desa yang tergolong sejahtera denganfasilitas yang tetap fix facility. Sehingga,pelayanan kesehatan cenderung bersifatpasif, tenaga kesehatan lebih banyakmenunggu kebutuhan masyarakat,sedangkan masyarakat yang tinggal di desayang tergolong sejahtera dapat memenuhikebutuhan kesehatan dengan baik. Sehingga,upaya untuk menciptakan pemerataanpelayanan kesehatan menjadi sulit Pendorong Disribusi SDMK diluar program yang dilaksanakanAda beberapa kekuatan faktor pushdan pull yang mempengaruhi penyebarantenaga kerja. Kekuatan pendorong untuktantangan tenaga kerja kesehatanmenggambarkan dan menjelaskan sejauhmana dan alasan terjadinya krisis tenagakerja di beberapa wilayah. Sejauh manatenaga kesehatan dapat ditarik dan ditahantergantung pada dua aspek yang salingterkait faktor-faktor yang berkontribusiterhadap keputusan petugas kesehatan untukmenerima dan tinggal; dan strategi yangdigunakan oleh pemerintah untuk meresponfaktor-faktor kesehatan merupakan inputyang penting dalam sistem tenaga kesehatan masih menjadisebuah masalah yang perlu ditanganisecepatnya oleh pemerintah program yang dibuat untukmengatasi masalah persebaran SDMKesehatan ini. Pada era sentralisasi masalah terjadikhususnya pada ketersediaan informasiSDM Kesehatan. Sistem Informasikesehatan memuat berbagai macam datayang diperlukan dalam rangka perencanaankebutuhan SDM Kesehatan masing-masing daerahnya. Selain itu, perencanaan yangdilakukan pada masa sentralisasi hanyadilakukan sebatas asumsi, sehingga tidakmenunjukkan kebutuhan sebenarnya dariSDM era desentralisasi, sisteminformasi kesehatan sudah mengalamikemajuan. Program yang dicanangkan padamasa ini adalah Nusantara Sehat, PegawaiTidak Tetap, dan Penugasan Khusus. Padaera ini pemerataan SDM Kesehatan sudahterlaksana, tetapi sasaran daerahnya masihbelum tepat sasaran. Selain itu, pemenuhanhak bagi tenaga kesehatan yang ssudahbersedia ditempatkan di daerah 3T program yang dilakukan olehpemenrintah, distribusi SDM kesehatanmemerlukan strategi yang matang dankemauan dari tenaga TERIMAKASIH Puji syukur kehadirat Tuhan YangMaha Esa. Atas rahmat dan hidayah-Nya,peneliti dapat menyelesaikan manuskrip menyadari manuskrip ini tidak akanselesai tanpa adanya doa dan dukungan dariberbagai pihak. Dalam kesempatan inipeneliti ini mengucapkan banyakterimakasih kepada 1. Bapak Dr. drg. Wachyu sebagai dosen Mata Kuliah SistemPembangunan Kesehatan Nasional danDaerah yang selalu membimbing dalampembelajaran Sistem PembangunanKesehatan Nasional dan Semua teman di kelas mata kuliahSistem Pembangunan Kesehatan Nasionaldan Daerah kelas A yang telah berjuangserta memberi doa, bantuan, dukungan dansemangat dalam penyelesaian tugasmanuskrip Seluruh penyedia dan pembuatliteratur yang peneliti kutip dalammanuskrip PUSTAKABadan PPSDM Kesehatan. 2021. InformasiSDM Kesehatan [Online].Kementerian Kesehatan. Available at [Accessed 26/12/2021]Badan PPSDM Kesehatan. 2015. ProgramNusantara Sehat Untuk MasyarakatIndonesia [Online]. Available at 26/12/21]Badan PPSDM Kesehatan. 2019. KurikulumPembekalan Penugasan KhususTenaga Kesehatan Individual diPuskesmas. Kementerian N. 2020. DesentralisasiPemerataan Tenaga Kesehatan[Online]. Radardepok. Available at [Accessed 26/12/21]Hidayanti, H. 2018. Pemerataan TenagaKesehatan di Kabupaten Journal Vol. 12 No. Kesehatan. 2018. PTTKemenkes Sambut Lahirnya KeppresNomor 25/2018 [Online]. Available at [Accessed 26/12/21]Kementerian Kesehatan. 2016. SekilasTentang Nusantara Sehat [Online]. at 26/12/21]Kementerian Kesehatan. 2015. LaunchingProgram Nusantara Sehat [Online]. at [Accessed26/12/21]Menteri Kesehatan. 2004. KeputusanMenteri Kesehatan RI Nomor 81/MENKES/SK/I/2004 tentangPedoman Penyusunan PerencanaanSumber Daya Manusia Kesehatan diTingkat Propinsi, Kabupaten/KotaSerta Rumah Sakit. B. 2020. MembandingkanKetimpangan Ketersediaan TenagaKesehatan Puskesmas di WilayahIndonesia Timur. Window of PublicHealth Journal, Vol. 1 Indonesia. 2017. PeraturanMenteri Kesehatan Nomor 16 Tahun2017 Tentang Penugasan KhususTenaga Kesehatan Dalam MendukungProgram Nusantara Kesehatan. Republik Indonesia. 2012. PeraturanPresiden Nomor 72 Tahun 2012tentang Sistem Kesehatan Presiden Republik F. & Dussault, G. 2003. TheInterface Between Health SectorReform and Human Resources inHealth. Hum. Resour. Health12, 1–12. ResearchGate has not been able to resolve any citations for this has not been able to resolve any references for this publication.
Berikutbeberapa kekurangannya; Penanganan Darurat Kurang Efektif Layanan home care memang fokus pada perawatan non-kegawatdaruratan, sehingga memang kurang efektif dalam mengatasi kondisi di saat pasien dalam masa kritis. Terlebih lagi, jika perawat home care yang biasa merawat tidak memiliki jaringan yang baik dengan rumah sakit. Tempat yang Jauh
Beberapa orang, khususnya para calon ibu, mungkin masih ada yang belum tahu tentang perbedaan bidan dengan dokter kandungan. Masih saja ada yang menyangka kalau bidan sama dengan dokter, begitu pun sebaliknya. Keduanya memang bertugas menangani kehamilan dan persalinan, tetapi berasal latar belakang pendidikan yang berbeda serta tugas dan tanggung jawab yang berbeda pula dalam menangani ibu hamil. Untuk tahu lebih lengkap mengenai hal tersebut, simak penjelasannya, ya, Bunda. Siapakah Bidan Itu? Pekerjaan dan Tugas Bidan Pendidikan Kebidanan Prospek Kerja Jurusan Kebidanan Apakah Bidan Adalah Dokter? Apa Beda Bidan dengan Dokter Kandungan? Kelebihan Menggunakan Jasa Bidan Saat Hamil Kekurangan Menggunakan Jasa Bidan Saat Hamil Apakah Bidan Dapat Melakukan Operasi Caesar? Bagaimana Cara Memilih Bidan yang Tepat? Pertanyaan Terpopuler Seputar Bidan Siapakah Bidan Itu? Seorang bidan sedang membantu persalinan Foto Unsplash Hal pertama yang Bunda lakukan setelah mengetahui diri Anda sedang hamil adalah menemukan praktisi kesehatan yang berspesialisasi dalam perawatan prenatal, yakni obgyn dokter kandungan-ginekologi atau bidan. Kedua profesi ini khusus menangani layanan serupa, yaitu perawatan prenatal. Yang berbeda adalah filosofi mengenai persalinan dan kelahiran. Namun intinya, keduanya memiliki tujuan melahirkan bayi Bunda semulus dan seaman mungkin. Bidan telah ada selama berabad-abad, dan secara historis, tugasnya telah menjadi praktik umum dalam sebagian besar kelahiran di dunia. Meskipun saat ini ada lebih dari 90 persen perempuan di dunia yang memilih dokter kandungan-ginekologi OB/GYN atau dokter lain untuk membantu merawat kehamilan dan persalinan mereka, tetap masih ada beberapa ibu yang memercayakan dirinya kepada bidan. Apakah penting bagi setiap calon ibu mempertimbangkan untuk memilih bidan merawat kehamilan dan membantu persalinannya? Boleh banget, Bunda. Bila Bunda berpikir untuk memilih bidan daripada dokter, panduan ini akan memberikan pencerahan dan membantu Anda dalam memutuskan. Dalam laman Ikatan Bidan Indonesia, dijelaskan bidan sebagai, “Tenaga profesional yang bertanggung jawab dan akuntabel, yang bekerja sebagai mitra perempuan untuk memberikan dukungan, asuhan dan nasihat selama masa hamil, masa persalinan dan masa nifas, memfasilitasi dan memimpin persalinan atas tanggung jawab sendiri, dan memberikan asuhan kepada bayi baru lahir, dan bayi.” Pengasuhan yang dimaksud mencakup upaya pencegahan, promosi persalinan normal, mendeteksi komplikasi pada ibu dan anak, dan akses bantuan medis atau bantuan lain yang sesuai dan dibutuhkan ibu hamil, serta melaksanakan tindakan kegawatdaruratan. Pendidikan yang mereka jalani yaitu Pendidikan Bidan, adalah resmi dan diakui pemerintah dan organisasi profesi di wilayah Negara Republik Indonesia, serta memiliki kompetensi dan kualifikasi untuk diregister, sertifikasi dan atau secara sah mendapat lisensi untuk menjalankan praktik kebidanan setelah lulus. Artikel terkait Sejarah Hari Bidan Nasional 2022 Tema Tahun Ini dan Cara Memperingati Pekerjaan dan Tugas Bidan Mereka memulai tugasnya sejak awal kehamilan calon ibu hingga setelah persalinan. Di dalamnya mencakup konseling dan pendidikan kesehatan –tidak hanya kepada calon ibu, tetapi juga pendampingnya suami atau keluarga lain yang mendampingi ibu hamil dan masyarakat. Edukasi yang diberikan mulai dari pengetahuan mengenai antenatal dan persiapan menjadi orang tua, bagaimana menjaga kesehatan ibu, kesehatan seksual atau kesehatan reproduksi termasuk di dalamnya program KB, dan lingkungan, serta pola pengasuhan anak mulai dari menyusui, merawat, dan menjaga kesehatan bayi. Profesi ini melakukan tugasnya di berbagai tatanan pelayanan, seperti di rumah, lingkungan masyarakat, rumah sakit, klinik atau unit layanan kesehatan lain puskesmas, misalnya. Fokus mereka dalam hal persalinan adalah kelahiran berisiko rendah dengan menggunakan teknologi rendah pada calon ibu yang ingin mencoba menghindari intervensi bedah, epidural, obat pereda nyeri dan/atau obat yang menginduksi persalinan. Perawatan Sebelum Melahirkan Jika Bunda memiliki kehamilan berisiko rendah, melakukan perawatan prenatal dengan mereka bisa jadi pertimbangan utama. Jadwal perawatan prenatal biasanya sebagai berikut Satu kali sebulan selama 6 bulan pertama. Dua kali sebulan di usia kehamilan 7 dan 8 bulan. Seminggu sekali di usia kehamilan 9 bulan. Bidan juga dapat fokus pada perawatan holistik Anda dan memberikan rekomendasi untuk solusi terapeutik lain seperti ahli tulang atau terapi pijat. Perawatan Saat Persalinan Seperti yang sudah dibahas di atas, bidan memprioritaskan teknik manajemen nyeri alami selama persalinan dan melahirkan. Namun, bukannya tidak mungkin juga untuk Bunda menggunakan obat pereda nyeri melihat kondisi ibu. Proses persalinan bisa dilakukan di rumah atau pusat bersalin tempatnya bekerja. Ia baru akan merekomendasikan persalinan sesar bila benar-benar dianggap perlu secara medis. Perawatan Setelah Persalinan Memberikan dukungan dan penyuluhan mengenai menyusui dan masalah yang terkait di dalamnya. Mengedukasi ibu bagaimana meningkatkan nutrisi guna pemulihan tubuhnya dan nutrisi ASI. Mendukung ibu selama masa nifas. Memberi edukasi mengenai kesehatan kelamin dan reproduksi KB. Pendidikan Kebidanan Untuk menjadi bidan, seseorang harus menempuh terlebih dahulu pendidikan kebidanan. Ada 3 jenjang pendidikan kebidanan yaitu D3 dengan gelar Ahli Madya Kebidanan Keb, D4 Kebidanan bergelar Sarjana Sains Terapan dan S1 Kebidanan dengan gelar Sarjana Kebidanan Setelah itu mahasiswa juga perlu menempuh pendidikan profesi bidan selama 2 semester atau paling lama 6 semester. Setelah menyelesaikan pendidikan profesi bidan maka mahasiswa akan mendapatkan gelar profesional bidan. Sebelum dapat berpraktik secara resmi, bidan harus memiliki izin dari Ikatan Bidan Indonesia setempat berupa Surat Izin Praktik Bidan dan Surat Tanda Registrasi STR terlebih dahulu. STR bidan pun perlu diperbaharui setiap 5 tahun sekali. Agar STR seorang bidan dapat diregistrasi ulang, bidan harus memiliki sertifikat kompetensi atau profesi, surat keterangan fisik dan mental, serta pernyataan tertulis mengenai etika profesi. Bidan juga harus terbukti mengabdikan diri sebagai tenaga profesi dan memenuhi kecukupan dalam kegiatan pelayanan, pendidikan, pelatihan, dan/atau kegiatan ilmiah lainnya. Prospek Kerja Jurusan Kebidanan Seorang bidan memiliki prospek kerja yang sangat luas. Selain bisa bekerja di berbagai fasilitas kesehatan, mulai dari puskesmas, klinik, hingga rumah sakit, bidan pun dapat berperan sebagai penyuluh kesehatan masyarakat atau keluarga berencana, konselor, fasilitator klinik, dan lain sebagainya. Bidan juga dapat membuka praktik mandiri dan mengambil berbagai sertifikasi praktisi, contohnya konselor laktasi atau praktisi hypnobirthing. Apakah Bidan Adalah Dokter? Tentu saja bukan, Bunda. Profesinya memang diakui, berlisensi dan bersertifikat terlatih, tetapi mereka tidak dapat melakukan operasi caesar sendiri. Mereka dapat meresepkan epidural dan obat-obatan pemicu persalinan, tetapi cenderung tidak melakukannya seperti halnya dokter. Seperti yang disebutkan di atas, tugas bidan adalah fokus melaksanakan proses persalinan berisiko rendah tanpa kehadiran dokter, dan jika terjadi komplikasi pada ibu –seperti operasi caesar darurat- mereka harus segera memanggil dokter untuk melakukan operasi. Di beberapa negara bagian di Amerika Serikat, bidan harus bekerja dalam praktik kolaboratif dengan dokter, dan ada juga dapat bekerja dalam praktik sendiri. Artikel terkait Viral Bidan Joged Tiktok Saat Pasien Menunggu Ketuban Pecah, Warganet Lagi-lagi Demi Konten! Apa Beda Bidan dengan Dokter Kandungan? Sebelum mencari tahu bedanya, mari membahas persamaannya dulu, yuk, Bunda, seperti melansir dari laman Healthline ini. Bidan dan OB-GYN sama-sama dilatih untuk memberikan perawatan medis, dukungan, dan bimbingan di bidang-bidang Perawatan sebelum melahirkan Persalinan dan melahirkan Kontrasepsi Keduanya adalah jenis profesional kesehatan yang bertujuan melihat hasil terbaik pada ibu hamil dan bayi mereka. Dokter Dokter kandungan adalah dokter medis dilatih untuk melakukan operasi yang terkait dengan kehamilan. Operasi ini dapat mencakup persalinan sesar C-section dan episiotomi. Dilatih untuk mengelola komplikasi terkait kehamilan dengan intervensi medis seperti induksi atau persalinan yang dibantu. Harus memenuhi persyaratan yang digariskan oleh Standar Pendidikan Profesi Dokter Subspesialis Obstetri dan Ginekologi pada Standar Kompetensi Dokter Indonesia SKDI. Ini termasuk lulus dari sekolah kedokteran yang terakreditasi dan disetujui dan menyelesaikan 4 tahun residensi yang mencakup ginekologi, kebidanan, ultrasonografi, onkologi ginekologi, dan perawatan pencegahan. Setelah itu mereka juga harus lulus ujian dan mendapatkan sertifikasi untuk berlatih. OB-GYN dapat berpraktik di rumah sakit, klinik, atau praktik pribadi atau kelompok. Mereka juga bisa mengejar studi tambahan dan berspesialisasi dalam spesialis tertentu seperti infertilitas atau kedokteran janin. Bidan Bidan bukanlah dokter medis, tetapi mayoritas memiliki gelar master atau telah mengikuti program Pendidikan Bidan yang terakreditasi. Kompetensi dan kualifikasi yang dimiliki mereka secara sah mendapat lisensi untuk menjalankan praktik kebidanan. Tidak seperti dokter yang terlatih melakukan operasi, fokus utama dari tugas mereka adalah mendorong persalinan normal pervaginam yang secara umum mengurangi ketergantungan ibu hamil pada intervensi medis dan induksi kecuali benar-benar diperlukan. Tugas lainnya adalah memberikan perawatan holistik untuk kehamilan dan masa nifas, di antaranya nutrisi, menyusui, dan perawatan bayi. Bila kemudian ia mendeteksi komplikasi pada ibu dan anak, ia memiliki akses bantuan medis atau bantuan lain yang sesuai dengan kebutuhan ibu hamil dan bayi. Kelebihan Menggunakan Jasa Bidan Saat Hamil Bidan adalah pilihan terbaik bagi ibu dengan kehamilan berisiko rendah. Berikut ini beberapa keuntungan atau kelebihan menggunakan jasanya Bisa dilakukan di rumah. Persalinan tanpa epidural atau obat pemicu persalinan, atau water birth. Tidak hanya fokus selama sebelum dan saat persalinan, tetapi juga fokus mendukung ibu setelah persalinan, seperti mendukung proses menyusui dan laktasi ibu. Biaya kunjungan prenatal jauh lebih murah dibandingkan menggunakan jasa dokter kandungan. Cek apakah asuransi kesehatan Bunda menanggung perawatan dengan jasa bidan –biasanya hanya bidan yang praktik di rumah sakit. Kekurangan Menggunakan Jasa Bidan Saat Hamil Jika kehamilan Bunda berisiko tinggi, ada komplikasi dan memerlukan tindakan invasive operasi caesar, misalnya, sebaiknya jangan menggunakan jasa bidan. Jarang ada bidan yang tempatnya bekerja difasilitasi dengan alat ultrasonografi USG. Tidak menjamin adanya layanan medis darurat bila terjadi komplikasi saat perawatan prenatal atau persalinan. Apakah Bidan Dapat Melakukan Operasi Caesar? Tentu tidak tanpa kehadiran dokter, karena pendidikannya tidak mencakup tindakan invasif seperti itu. Sementara untuk rekomendasi epidural, ia bisa merujuk pasien ke ahli anestesi untuk tindakan epidural obat pereda nyeri. Dan hal ini biasanya dilakukan oleh bidan yang bekerja di layanan kesehatan yang menyediakan anestesiologi seperti rumah sakit, bukan di pusat bersalin atau di rumah. Artikel terkait Dibentak Bidan saat Melahirkan Membuat Ibu Ini Trauma, Yuk Simak Kisahnya! Bagaimana Cara Memilih Bidan yang Tepat? Dokter kandungan atau bidan, jawabannya tergantung pada apa yang membuat Bunda nyaman dan Bunda butuhkan Apakah kehamilan Bunda berisiko tinggi atau tidak? Memilih dokter kandungan jika… Kehamilan berisiko tinggi Ingin melahirkan dengan operasi caesar Khawatir dengan masalah medis yang sudah ada sebelumnya preeklampsia, diabetes gestasional, atau lainnya Merasa tenang bila muncul komplikasi Membutuhkan dukungan asuransi Memilih bidan jika… Kehamilan berisiko rendah Menginginkan pendekatan yang lebih holistik Ingin melahirkan di rumah Menghindari intervensi nonmedis untuk mengatasi rasa sakit dan nyeri kehamilan serta persalinan dan melahirkan Cara terbaik untuk menemukan bidan yang baik adalah dengan melakukan survei. Pilih yang memiliki lisensi dan bersertifikat serta bekerja di klinik bersalin atau rumah sakit dengan integritas tinggi. Cari testimoni dari keluarga atau sahabat. Pertanyaan Terpopuler Seputar Bidan Profesi bidan merupakan profesi yang cukup diminati di kalangan masyarakat karena prospek kerjanya yang luas dan juga dapat mengabdi untuk masyarakat. Selain itu, banyak ibu hamil yang lebih memilih untuk berkonsultasi atau mendapatkan pelayanan dari bidan karena berbagai alasan, mulai dari kemampuan finansial hingga relasi dengan bidan yang cenderung lebih dekat dan privat dibandingkan dengan dokter. Berikut adalah beberapa pertanyaan terpopuler seputar profesi bidan yang lazim ditanyakan beserta jawabannya yang telah dihimpun oleh oleh theAsianparent Indonesia Apa saja tugas seorang bidan? Bidan adalah tenaga kesehatan profesional di bidang kesehatan ibu dan anak. Peran seorang bidan sendiri sangat banyak dan luas. Mulai dari memberikan perawatan prenatal sebelum persalinan, kemudian memeriksa kondisi ibu selama masa kehamilan, saat persalinan dan setelah melahirkan, hingga menangani secara langsung persalinan per vaginam. Tidak hanya sampai di situ, bidan pun dapat membantu mengidentifikasi kemungkinan terjadinya komplikasi dari persalinan, serta memantau kondisi janin selama proses persalinan dan memberikan saran medis pada ibu dan bayinya jika sewaktu-waktu diperlukan. Untuk pelayanan kesehatan ibu, bidan dapat memberikan konseling, membantu ibu menyusui, memberikan perawatan antenatal. hingga merawat ibu dalam masa nifas dan pelayanan keluarga berencana. Sedangkan untuk pelayanan kesehatan anak, bidan dapat memberikan pelayanan neonatal esensial, memantau tumbuh kembang anak dan memberikan intervensi dini, serta memberikan konseling seputar perawatan bayi baru lahir, ASI eksklusif, dan juga imunisasi. Bidan harus lulusan apa? Seorang bidan harus menempuh pendidikan profesi bidan terlebih dahulu. Ia harus menyelesaikan pendidikan di jenjang D3, atau juga bisa D4 dan S1 di fakultas Kebidanan serta menyelesaikan pendidikan profesi. Tanpa menempuh pendidikan profesi, lulusan D3 atau S1 Kebidanan tidak boleh berpraktik sebagai bidan. Berapa gaji seorang bidan? Gaji antara bidan yang bekerja di instansi kesehatan milik pemerintah atau menjabat PNS Pegawai Negeri Sipil dan non-PNS bisa jadi berbeda. Bidan PNS umumnya dibagi menjadi 2 jenjang jabatan, yaitu Bidan Terampil dengan kisaran gaji pokok antara hingga per bulan, Bidan Ahli dengan kisaran gaji pokok antara hingga per bulannya. Namun di luar gaji pokok biasanya bidan PNS akan menerima berbagai tunjangan dan insentif. Kemudian untuk bidan non-PNS pada umumnya mengikuti standar upah minimum setempat, yaitu diperkirakan mulai dari hingga setiap bulannya. *** Apa pun keputusan Bunda dalam memilih tenaga medis untuk perawatan prenatal dan persalinan nanti, selalu akan ada pro dan kontra dari orang-orang di sekitar Anda. Yang perlu Bunda lakukan adalah, yakinlah dengan keputusan Anda! Tetap semangat, Bunda, dan semoga Anda dan si calon bayi selalu dalam keadaan sehat. Baca juga Persiapan yang Harus Dilakukan Ibu Hamil Jika Ingin Melahirkan di Rumah 8 Kunci sukses melahirkan Gentle Birth dari Bidan Yesie Aprilia Viral Bidan Bantu Persalinan dengan Teknik Tiup-tiup, Bagaimana Penjelasannya? Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.
7pTIqT0. f4xggb3ar6.pages.dev/309f4xggb3ar6.pages.dev/209f4xggb3ar6.pages.dev/200f4xggb3ar6.pages.dev/232f4xggb3ar6.pages.dev/132f4xggb3ar6.pages.dev/364f4xggb3ar6.pages.dev/387f4xggb3ar6.pages.dev/351f4xggb3ar6.pages.dev/288
kelebihan dan kekurangan bidan dan perawat